Gerbang kisah yang pernah terbuka telah tertutup rapat
Bersama airmata yang mengingat jejak yang pergi berlalu
Lalu menjelma aku
Lalu menjadi pohon
Jadi menua
Yang daunnya terus berguguran dalam musim yang asing
Kapankah membayang kasih yang baru
Hingga mampu menggedor pintu lama agar bergerak lagi
Agar menjelmalah aku jadi pohon
Yang muda
Yang daunnya terus menghijau
Di musim yang dapat kukenal
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 29 Juni 2013
Perempuan September | Puisi Randy Beersh |
kau perempuan september itu
yang datang padaku dengan ribuan leleh hujan di keningmu
dan sejumlah kemarau di matamu
perempuan yang tak pernah merelakan detik dan menit berlalu
selalu berharap waktu kan kembali dan menunggu,
memutar lagi segala sesuatu yang sebenarnya telah lalu
berhentilah menangisi ingatan
karena waktu memang selalu akrab dengan kenangan
pahamilah, sebab kepada siapa kita dapat belajar selain masa lalu?
ingatlah,
bahagia tak selalu milik hari ini
tapi terkadang, dia milik masa lalu dan hari esok
yang datang padaku dengan ribuan leleh hujan di keningmu
dan sejumlah kemarau di matamu
perempuan yang tak pernah merelakan detik dan menit berlalu
selalu berharap waktu kan kembali dan menunggu,
memutar lagi segala sesuatu yang sebenarnya telah lalu
berhentilah menangisi ingatan
karena waktu memang selalu akrab dengan kenangan
pahamilah, sebab kepada siapa kita dapat belajar selain masa lalu?
ingatlah,
bahagia tak selalu milik hari ini
tapi terkadang, dia milik masa lalu dan hari esok
Jumat, 14 Juni 2013
Aku dan Cahaya | Puisi Siswa | Vicking Kaligis |
kerinduan tersulut api ketika sepi menggenangi senja
saat wajahmu berpeluh riang menelusuri kayu-kayu kering
melintasi pohon-pohon yang bersorak menunggu kedatanganmu
bayangan dirimu di hutan itu mencacahkan kenangan bergambar malaikat
lalu engkau menghilang di balik hayal kalutku
maukah engkau membuat api seperti matahari
hanya untuk jadi cahaya
ketika datangnya gelap
dan itu kau bawa untukku
saat wajahmu berpeluh riang menelusuri kayu-kayu kering
melintasi pohon-pohon yang bersorak menunggu kedatanganmu
bayangan dirimu di hutan itu mencacahkan kenangan bergambar malaikat
lalu engkau menghilang di balik hayal kalutku
maukah engkau membuat api seperti matahari
hanya untuk jadi cahaya
ketika datangnya gelap
dan itu kau bawa untukku
Selasa, 04 Juni 2013
Separuh | Puisi Jaladri P |
Separuh
separuh bulan
separuh malam
separuh jiwa
separuh hati
separuh subuh
separuh waktu
separuh baju di separuh bangku
duduk merenung separuh angan bisik
separuh suara diam separuh makna dirimu
separuh hidupku menjelang pagi
separuh tidur di samping bintang
separuh separuh cinta!
separuh bulan
separuh malam
separuh jiwa
separuh hati
separuh subuh
separuh waktu
separuh baju di separuh bangku
duduk merenung separuh angan bisik
separuh suara diam separuh makna dirimu
separuh hidupku menjelang pagi
separuh tidur di samping bintang
separuh separuh cinta!
Sabtu, 22 September 2012
BELUM ADA JUDUL
Epi Pangkey
Tidur sambil menangis
hanya akan membuat airmatamu
masuk ke mata yang satunya lagi
Daripada besok matamu bengkak
hanya akan membuat airmatamu
masuk ke mata yang satunya lagi
Daripada besok matamu bengkak
gunakan
saja waktu terjaga ini
untuk setidaknya mendoakan dia
untuk setidaknya mendoakan dia
ANTARA AKU DAN PANTAI TENTANG TAKDIR
Ie Hadi G
Jika semua tangis selalu membunuhBegitulah ucap pantai kisahkan takdirku
Maka bumi adalah penjara yang luas
Maka luas samudera jadi perangkap airmata
Dan maka kau tak punya tempat untuk menangis
Agar aku tak lagi ingin teteskan kesedihan pada pasirnya
Agar aku tak lagi ingin membunuh dengan tangisku
Agar aku tak lagi mau arungkan harapan pada luasnya laut
Dan agar aku hanya mengenang pantai sbagai sebuah kenangan
Rabu, 10 Agustus 2011
BUKAN ACTING
Karina Jacqualine Eman
Aku menghapus make up yang biasa menghiasi wajahku.
Aku melepas kostum yang biasa ku pakai.
Aku keluar dari karakter yang biasa ku perankan.
Aku berhenti memainkan naskah yang biasa ku mainkan.
Ini bukan soal acting lagi.
Karena acting tak bisa menarik perhatianmu,
Tak mampu pula meluluhkanmu.
Aku berhenti berakting.
Rabu, 03 Agustus 2011
KE ATAS ATAU LURUS
Ie Hadi G
Bila ada tawa, biarkan
Ada tangis, ada pertemuan, ada perpisahan, biarkan
Sebab bila ada satu mau maka kan ada dua jalan
Ke atas atau lurus
Sehingga bila ada benci, ada cinta, biarkan
Tapi bila ada ada korupsi, jangan dibiarkan
Karena itu mengenai urusan jalan
Apakah ke atas atau lurus
Sebab bila ada satu mau maka kan ada dua jalan
Ke atas atau lurus
Sehingga bila ada benci, ada cinta, biarkan
Tapi bila ada ada korupsi, jangan dibiarkan
Karena itu mengenai urusan jalan
Apakah ke atas atau lurus
(created on 19th Mei 2003. Seri :
"Rekaman jejak proses kreatif dari kepenyairan Ie Hadi G". Karya yang pernah diterbitkan Yayasan TagonGong tahun 2005 melalui buku "Pasal-pasal Kitab Raung Angin".)
PUNDAL'RE
Vick Chenorre
ia sikaengu
kau pundal'reku
kadua nutatata su laude
lua simongo kere tenting papuso
simongo kere tebi papiti
arengu sumahoka nakoa sal'ru
su dahaku
PULANG
Billy Ch. Manoppo
kembali, senja tiba di sini
sebatang pohon tua, tersenyum dalam lambaian daun - daunnya
menyambutku pulang
Rabu, 06 Juli 2011
AKU DAN THEATER CLUB
Epi Pangkey
Kami Theater Club...
Kami adalah organisasi kemahasiswaan yang bergerak di bidang paling SPAN di Fakultas Sastra...
Kami orang orang yang jenius...
karena kami sabar menunggu kapan kami lulus...
BINGUNG
Garydhels Pontoh
bingung..
entah aap yang sedang terjadi..
bingung..
entah apa yang terlewati..
bingung..
entah apa arti smua ini..
DIAM 1000 BAHASA, HILANG 1000 WILAYAH
Epi Pangkey
Bahkan Google Translate tak mampu menerjemahkanmu.....
Kau diam membisu bagaikan spanduk politikus.....
Sungguh aku tak mengerti.....
Mantos bukan lagi tempat kita sering jalan bersama.....
Mana mungkin kau kucari di belakan Marina?
Sebenarnya.....kau ada dimana sekarang?
UNTUK MENGINGATMU
Diani Chrifilda Kekung
Hallo apa kabarmu kini????
Ingatkah kau tentang
“i love you”
Yang masing masing kita tuliskan dengan tinta hitam
Di telapak tangan kita?
Tetapi mungkin saja
Bukan di telapak tangan yah?
LALU?
Achy Breyvi
jemariku menari menyapu bersih setiap huruf di keyboard ini..
kala itu senja..
mentari takluk ketika malam menyeringai dari kejauhan..
dengan bermodalkan sebongkah harapan,.
aku terus bergerak berpindah dari kakiku ke kaki yang lain..
tapi,.
aku mulai kebingungan ..
semuanya terlihat samar - samar..
lalu ?
PARA DEWA SASTRA
Epi Pangkey
Setiap kali mereka datang...
Dari suara langkah kaki pun sudah menunjukkan identitas mereka...
Aku melihat mereka dari bawah...
Punggung mereka bercaya...
Mereka sangat TERANG...
Suara dan gerak gerik mereka lah yang selalu diperhatikan...
Aku...?
Aku adalah mata itu...
Rabu, 22 Juni 2011
OMBONG
Agnes Assa
Ombong ..
Sekarang perjalanan so amper stengah, rasa dingin so mlai sengat ja dpa rasa pa ta pe kulit ..
Ribut ! Ujang keras tambah deng guntur ...
Beking jantung ba pompa cpat ...
Kaca oto mulai ba ombong , jalan so mulai ndak ja dapa lia ...
Baele sopir pe mata masih terang ...
Tambah le, aksesoris salib da ta gantong di bawah kacang bayang beking torang percaya mo tiba deng selamat ....
Puisi By Achi..
aku ???
siapakah aku ??
semakin hari aku hampir terhilang..
yahh..
terhilang dari bayang bayang nyata..
siapakah aku ??
semakin ku mencoba membuka mataku,
semakin erat bola mataku menutup rapat..
siapakah aku ??
apakah aka hanya sekedar doa ?
ataukau hanya seonggok harapan ?
atau bahkan hanya segumpal sesal ?
otakku tak mampu beroperasi terlalu jauh
jika hanya untuk memecahkan siapa diriku..
bulan pun enggan..
apa lagi mentari..
bahkan pucuk pucuk angin tak mampu mengisyaratkan
siapa sebenarnya aku..!!
woooooww!!!
sialan kau AKU!!!!!!!!!
bangsath!!!
wwwooooww!!!
siapa yang ingin melawanku ?
hantam kepalaku saja!!
jangan wajahku..
karna dengan begitu mungkin aku bisa tersadar..
atau terbangun..
lalu menyadari siapakah aku...!!
hingga detik detik ku tutup tulisanku ini,
aku masih tak tahub siapakah aku.!!
puiihhh..!!
aku tak ingin membayangkan siapakah aku lagi..!!
biarlah hatiku menderai..
Rabu, 09 Februari 2011
Puisi-Puisi Huruwaty Manengkey
AKU, KAU DAN SEPI
Detik menitik jatuh
Aku, kau
Tenggelam dalam aroma angkuh
Lalu sengaja kita biarkan bibir terkatup
Meski hati terus meletup
Perang sudah di mulai
Tapi tak ada gemuruh lontaran peluru
Hanya aku dan kau
Saling membunuh dalam sepi
MASIH SAMA
Meski purnama berkali-kali ganti nama
dan Jejak gemar jejaki pilu dan air mata
semesta masih saja serupa
hari inipun masih kemarin
Berkecamuk semu
Senyap kerap merayap ziarahi menit-menit usang yang tak kunjung tumbang
aku masih setia retasi kemarau
Menyatu bersama debu dan air mata
Jatuh cinta pada kucuran darah
tenggelam dalam pencarian penuh peluh
Hingga detak jenuh gelitiki rindu
lalu geliat tak lagi seirama
bahkan otakku pun terlanjur kebal tafsirkan getar
jadi aksara
lantas purnama siapa yang kan sisakan nada?
Barangkali hanya ada aku yang akan terperosok
dalam penungguan ini
Hingga derap menjejak
ketika angan terlepas di cakrawala
BUKAN PATUNG PAHATAN
Ketika malam menggendong purnama
Aku terhempas lagi dalam episode usang
Lidah membatu lengkungkan aksara yang berdenyut
Seperti tak bernyawa, aku hanya memaku
Bisu…
Segerobak puisi kering terus berdetak di kedalaman benak
Ah, bosan!!!
Sudahlah,,
Berhenti berkaca pada cermin tua
Berapa banyak jejak yang tertinggal??
Hitunglah,,
Lalu pandangi langit hari ini
Hingga kaupun tahu,
Rembulan bukan kenangan
Dan,
Aku bukan patung pahatan!!!
SEBUAH TANYA
Hatiku kah yang terlanjur membatu
Hingga dentang suaramu hilang dalam gendangku?
Seribu diam terlanjur bungkam rasa
Lalu,,
Seperti penanda,
Layaknya kelabu sebelum awan menangis
Akankah kisah ini akan berakhir tragis??
Sunyi…
Anginpun enggan berdesir
KETIKA SUA SIRNA
Aku jatuh cinta pada sepi
Ketika arungi linangan purnama
Belajar gemar dengar nyanyian jangkrik
di pinggir rawa
Berkawan gemintang dan tarian kelelawar
Sayang, detik tak bisa setia
Ia gencar khianati debar
Lalu tak lama lagi purnama lelap
Dan cakrawala segera tetaskan cahaya
“ beri aku sedikit waktu lagi” , ujarku
Tapi ia enggan kompromi
Lalu ketika pagi mulai terbit
Purnamaku pergi..
Aku kembali memungut rindu yang terhempas angin malam tadi
Seperti puzzle..
Kadang aku harus merombaknya
Lalu memasangnya lagi
Di suatu detik
Ketika sua sirna
TANDA TANYA
Apalah artinya mimpi
Jika indera mati?
Apalah artinya bintang
Jika gelap hilang?
Apalah artinya sua
Jika debar tak ada?
Apalah artinya darah
Jika jantung lenyap?
Lantas,
Apa artinya sang kanan jika kiri tak lagi setia ??
Paksa tak bisa, diam tak tenang
Puisi-Puisi Ie Hadi G
DOA SEORANG ANAK DI DEPAN SEBUAH GEREJA
Bapak Yesus yang mulia
Aku sering dimarahi
Karena mengaku bahwa kau sahabatku
Aku berharap aku tidak salah
Dan izinkan aku terus melakukannya
Bapak Yesus yang terhormat
Bila klak aku bertemu muka dengan muka
Luangkan sedikit waktu untukku
Paling tidak, waktu buat peluk kakimu
Dan kaupun merangkulku
Sehingga yang sering memarahiku itu jadi tau
Ternyata benar
Kita ini sahabat
(15 Juli 2007)
SAHABAT DAN TERATAI
Tidak ada yang mau menggambar teratai di hatiku
Sekalipun telah hadir sketsa sungai di sana
Memanjang dalam benaman kabut
Yang airnya jadi tirai bagi kedalaman jantungnya
Arus
Dalam
Diam
Menelan
Yang mau menggambar teratai di hatiku ternyata tak ada
Di hadapan riak air telaga
Kupeluk bahu sahabat
Kubri kuas dan seraup tinta
Namun dia lebih memilih pergi
Membakar keringat
Menguapkan semangat
Dan tak mau menggambar di hatiku
Arus
Dalam
Diam
Menerkam
Lalu hilang
Akhirnya tinggal kupotret dalam kenangan
Rautan dari banyak nyanyian, sorak dan peluh
Bukti senyum dan getir bersama
Yang lalu lunglai dalam telaga bening
Tanpa tergambari teratai lagi
(1 Agustus 2007)
ISA
Hidup hanya semata tuk peluk duka
Mencucup segenap anggur basi
Mereguk habis semua campurannya
Itu rasa tak ada yang manis
Anak Domba
Terpasung dalam maut
Syarat langkah diri dari Elohim
Cawan tanpa isi airmata
Tanpa darah
Tidaklah cukup membasuh sekalian noda
LAYAKNYA KITA
Samper selesai dinyanyi
Banuaku masih dirintih
Dayung usai dikayuh
Prahu masih di pesisir duka
Maka mantra harus segera dirapal
Barisan kita perlu berarak
Lantakkan tanah kalau perlu
Biar penindas ciut
Lumatkan ke kubur kalau perlu
Biar gengghona dengar
Kita bangsa marah karena dera
(18 Februari 2005)
BERKAWAN DENGAN JUDAS
Penyair, saudaraku
Luap bening kata jiwamu
Selalu bersambut ciuman
Dari sederet judas
Pembenci ketulusan
Lihatlah,
Mereka tengah menggegam belati
Yang siap tusukkan khianat
Kala kita lengah
(19 Februari 2005)
Langganan:
Postingan (Atom)



