Tampilkan postingan dengan label Artikel - Reportase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel - Reportase. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juli 2013

MENGENAL AKTING

Belajar Akting
Akting adalah sebuah kata yang cukup populer dalam bahasa sehari – hari, kata ini muncul nyaris di setiap kalangan masyarakat atau komunitas (komunitas teater/film), tapi apakah masyarakat tersebut memahami, apa sebenarnya akting itu? jangan – jangan, mereka yang bergelut dalam dunia teater dan drama pun belum tahu? Bahaya kalau begitu. Baiklah, mari kita sama – sama mencari tahu.

Sabtu, 22 Juni 2013

Reengineering Pusat Kesenian

Oleh: George Soedarsono Esthu
Pusat Kesenian di Indonesia, sebagai penyaji seni pertunjukan, sudah saatnya dikelola secara profesional. Atinya perlu perubahan budaya organisasi dari product driven ke market driven - atau dari product in concept ke market in concept. Ini bukan berarti bahwa Pusat Kesenian di Indonesia harus tunduk pada kehendak pasar, melainkan harus jeli melihat kebutuhan dan keinginan serta harapan pasar. Untuk itu tentu saja diperlukan terobosan dan pembaharuan dari seluruh proses dan produknya. Caranya adalah dengan memberi infusi pengetahuan baru kepada semua stakeholders baik dalam proses penciptaan maupun proses kerja seni pertunjukan. Tidak saja terbatas pada kreatif artistik tapi juga kreatif-kreatif lain yang secara teknis maupun empiris menjadi bagian yang inheren dalam kerja seni pertunjukan.

Sabtu, 15 Juni 2013

Mencari Makna Seni Pertunjukan Indonesia

Salah Satu Bentuk Performance Art
Oleh: Jakob Sumardjo
1.    Pengantar
Indonesia kaya dengan berbagai jenis seni pertunjukan pra-modern. Berbagai seni pertunjukan itu berwujud cerita tutur, music, teater, manusia, teater-boneka, tari-tarian, dan gabungan dari semua itu. Bangsa Indonesia sebelum memasuki dunia modern tidak mengenal pembagian jenis seni pertunjukan yang dikenal manusia modern, yakni memisahkan antara seni musik dengan seni teater, seni tari, seni sastra lisan. Dalam seni pertunjukan pra-modern terjadi percampuran antara sastra, music, tari, lakon, bahkan seni rupanya.

Seni pertunjukan tradisi etnik pra-modern ini sering disebut sebagai seni tradisional, untuk membedakannya dengan seni modern yang berkembang di kota-kota modern Indonesia, yang kemudian masuk ke masyarakat tradisional di perdesaan juga. Bangsa Indonesia yang modern berpikir sebagai manusia modern pula. Kehidupan modern yang antroposentris, sekuler, ilmiah, teknologis, materialistik, kadang juga hedonistik, memperlakukan seni pertunjukan tradisional sesuai dengan kebutuhan modernnya. Seni pertunjukan tradisional tak lebih sebagai hiburan yang kadang-kadang memanfaatkan pula kandungan pesan-pesannya yang etis maupun filosofis.

Jumat, 14 Juni 2013

Theater Club Manado Lakonkan F4 di Launching Avrist Assurance

Sesi Foto Yos, King, Karlita, Rivo, dan Epi Usai Show
Bukan cuma mampu andalkan cat air yang dilaburkan ke sekujur tubuh sebagai sebagai bagian dari kostum atau garapan artistik pertunjukan namun Theater Club Manado juga ikut menerobos ranah entertainment dengan melakoni peran Boy Band. Lompatan ini dilakukan saat Launching Avrist Assurance yang digelar di Swiss-bell Maleosan Hotel, 5 Juni, pekan lalu.

Garapan sutradara berbakat Achi Breyvi Talanggai ini yang menghadirkan lakon F4, yang populer dalam serial Meteor Garden tersebut, diperankan antara lain oleh Yos (Siemens), Viking Kaligis (Hua Che Lei), Karlita Eman (Sanchai), Rivo Sumampow (Tau Ming Tse), dan Epiphani Pangkey (Micuo).

Minggu, 02 Juni 2013

Mengolah Tradisi Dalam Teater Modern

Fredy M. S. B. Wowor
Tradisi Sebagai Sumber
Berbicara tentang tradisi, pertama-tama yang mungkin muncul dalam benak kita adalah sesuatu yang diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi yang lain. Sesuatu itu bisa berupa gagasan-gagasan, pandangan hidup dan kebiasaan-kebiasaan. Dalam konteks kita di Sulawesi Utara, tradisi dapat dilihat dalam wujud maengket, kabasaran, makaaruyen, manee, via dolorosa, dll.

Senin, 27 Mei 2013

Peristiwa Teater dan Persoalannya

Sebuah peristiwa teater lahir atas sebuah konsep ‘bersama, pada suatu saat’, dan ‘di sebuah tempat’. Peristiwa teater adalah hari ini dan di sini. Teater lahir dari tiga kekuatan yang bersinergi, sehingga kita bisa menyebutnya peristiwa teater, yaitu: 1. Pekerja Teater (seniman), 2. Tempat (ruang terbuka/tertutup), 3. Komunitas Penikmat (penonton).

Kamis, 20 September 2012

REPORTASE PROVOKASI

Sebuah grup seni avant-garde bernama Situationiste Internationale pernah berucap: hidup yang hidup mestilah memiliki imajinasi. Agar tak banal atau bahkan kering. Sekarang mari memulai cerita ini. Tentu saja dengan memutar ingatan ke masa lalu yang belum terlampau jauh. 

Rabu, 10 Agustus 2011

TOLONG JANGAN TERSESAT !

Sebuah Kritik Atas Cerpen "Tersesat" karya Achi Breyvi
Christy Sondey

A. Pendahuluan

Aku menangkapmu dalam jaring yang kau ciptakan untuk menjebak diri agar terus hidup dalam karya dan teks. Sesungguhnya, adalah kelebihan yang tak ku sangka. Bahwa biasanya diumurmu, kau menulis hanya catatan harian atau sebaris puisi cinta saja. Atau juga tidak sama sekali merangkai kata, hanya menulis bahan-bahan studi dan sms singkat saja.

Rabu, 22 Juni 2011

SEMUANYA MEMBURU BAK DENTINGAN JARUM JAM BERGERAK MENJEJALI ANGKA 1 SAMPAI 12

(sebuah reportase pementasan)
Christy Sondey

Menjelang sore, pada kepadatan lalu-lintas Manado yang memuat ribuan kendaraan hilir- mudik, lebih kepada pemandangan sebuah kota besar namun kecil ruangnya, hingga besar kelihatan kecil, dan kecil kelihatan besar.

Ku pacu langkah kaki ini., segera.. itu kata yang memompa adrenalin sampai ke otak hingga kedua kaki terasa pegal,,waduh, mereka pasti jengkel dengan saya yang belum menunjukkan hidung ku yang mancung ini,,lebih parah lagi si Brandal sainganku itu,,bisa saja mensabotase semua pekerjaan yang ada,,nanti habis bagianku..hah.hah.hah,,